Inilah cerita awal dari film Wiro Sableng


Film ‘Wiro Sableng’ sudah tayang di bioskop pada 30 Agustus lalu. Film ini termasuk yang dinantikan masyarakat Indonesia. Film yang dibintangi oleh Vino G Bastian itu tidak hanya diproduksi oleh rumah produksi dari dalam negerti, tapi juga Hollywood.

Film ‘Wiro Sableng’ diproduksi oleh Lifelike Pictures bersama dengan 20th Century Fox, yang memproduksi film 'Deadpool'. Ketika bertandang ke kantor kumparan, Jati Padang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Vino sempat menceritakan awal mula ‘Wiro Sableng’ dilirik oleh 20th Century Fox.

Pria berusia 36 tahun itu mengatakan, pada mulanya beberapa rumah produksi menawarkan untuk mengangkat ‘Wiro Sableng’ dari sinetron ke layar lebar. Mereka mendatangi keluarga mendiang Bastian Tito untuk meminta izin. Bastian merupakan ayah Vino, yang membuat cerita ‘Wiro Sableng’.

Namun, tawaran tersebut tak langsung diterima oleh pihak keluarga. “Hanya memang belum click sama keluarga. Visi misinya belum click,” kata Vino.

Meski begitu, pihak keluarga akhirnya memberi lampu hijau kepada rumah produksi Lifelike Pictures, untuk membuat film ‘Wiro Sableng’. Vino menyatakan, pada saat itu Sheila Timothy selaku pemilik Lifelike Pictures, yang bertatap muka langsung dengan keluarganya, menawarkan hal berbeda.

“Saat Lifelike Picturs lewat Sheila Timothy menawarkan, (dia bilang), ‘Gue pengin bikin Wiro Sableng ini naik kelas. Wiro Sableng akan dikenal lebih luas’. Belum pernah gue mendengar pernyataan seperti itu dari yang nawarin,” tutur Vino.

Perkataan Lala, sapaan Sheila Timothy, bukan sekadar omong kosong. Bahkan, Vino menyampaikan pujian kepada Lala. “Ternyata Lala memang mengembangkan Wiro ini luar biasa, dari production design-nya sampai semuanya tuh, skrip dan lain-lain digarap banget,” ucapnya.

Tak hanya itu, Lala juga melakukan pertemuan dengan pihak Fox di Hong Kong. Sebab, Fox tertarik ketika melihat proses pembuatan film ‘Wiro Sableng’.

“Mereka (Fox) lihat kok Indonesia bisa membuat desain seperti ini gitu, punya pahlawan dan pendekar seperti ini (Wiro Sableng). Akhirnya mereka menanamkan uangnya di film ini. Ya itu, akhirnya saya percaya bahwa Lifelike Pictures akan membawa Wiro diangkat lebih tinggi lagi,” kata Vino.

Menurut Vino, ketertarikan 20th Century Fox untuk memproduksi film ‘Wiro Sableng’ menjadi sesuatu yang positif bagi perfilman Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa karya anak bangsa tidak kalah dengan luar.

“Memang ini suatu kebanggaan buat kita semua, karena filmmaker kita, SDM kita ternyata enggak kalah, karya mereka bisa sangat dilirik sama luar. Padahal, filmnya saja belum mulai ‘kan. Dari persiapan saja udah bikin pihak Hollywood tertarik untuk bergabung di sini,” tutur Vino.

Suami Marsha Timothy ini meyakini, jika film ‘Wiro Sableng’ sukses, maka Indonesia bisa menjadi menjadi tujuan investor asing. Para investor, lanjut dia, bakal berbondong-bondong menanamkan modalnya lebih besar lagi ke Indonesia.

“Kalau ini (film ‘Wiro Sableng’) sukses bukan cuma Lifelike dan kami saja yang bangga, tapi Indonesia akan bangga, karena kualitas produksi film Indonesia akan makin naik lagi, dan kita bisa bersaing sama Korea atau India. Itu sangat luar biasa, sih,” ungkap Vino.

Selain di Indonesia, film ‘Wiro Sableng’ akan ditayangkan di luar negeri. Hal itu akan diurus oleh pihak 20th Century Fox. Sebab, mereka yang menjadi pemegang hak distribusi.

“Cuma yang di Asia Tenggara, yang sudah pasti ya, Malaysia, Singapura, tapi kita lihat lagi perkembagannya seperti apa,” ucap Vino.

Kebanggaan pun dirasakan oleh Yayan Ruhian, karena bisa tergabung di film ‘Wiro Sableng’. Sebab, film ‘Wiro Sableng’ menunjukkan bahwa perfilman Indonesia sudah layak dilirik oleh Hollywood.

“Karena kita tahu tidak hanya PH nasional, tapi PH internasional juga bergabung dalam proyek ‘Wiro Sableng’ ini. Sebuah kebanggaan buat saya. Insyaallah ini akan jadi kebangaan masyarakat Indonesia dan kami bisa tunjukkan ke dunia internasional,” tandas Yayan.

Salam Kopi Sidikalang

 

Salam Kopi Sidikalang

 

Salam Kopi Sidikalang