Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahap Pertama Penghentian Siaran TV Analog akan segera dimulai

Dalam harian artikel terbaru, Pemerintah mulai melakukan penghentian total siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) tahap I pada Sabtu (30/4) besok.

"Penghentian tetap layanan siaran analog televisi akan dimulai pada tanggal 30 April Tahun 2022 pukul 24.00 atau besok malam," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, dalam siaran persnya, Jumat (29/4).

Dia menjelaskan beberapa persiapan yang dilakukan pemerintah untuk penghentian tetap siaran analog televisi dan munculnya siaran digital penuh televisi di Indonesia.

Politikus Partai NasDem itu menyebutkan infrastruktur multipeksing di 56 wilayah siaran yang terdiri dari 166 kabupaten dan kota siap dijalankan.

"Penghentian tetap siaran analog tahap II dan tahap III masih perlu dibangun 32 infrastruktur multipleksing," ujar Johnny.

Dia menegaskan pihaknya dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI mengambil alih tugas pembangunan infrastruktur multipleksing yang diperlukan untuk ASO tahap II dan III.

"TVRI akan menyelesaikan pembangunan sebanyak 17 infrastruktur dan Kominfo menyelkesaikan 15 infrastruktur multipleksing," tutur Johnny.

Sebanyak 32 infrastruktur MUC masih perlu dibangun dan akan siap pada 2 November 2022 untuk ASO tahap II.

Johnny menjelaskan ASO tahap I akan berlangsung di 3 wilayah siaran yang terdiri dari 3 provinsi, 6 kabupaten, dan 2 kota.

"Tepatnya di Provinsi Riau untuk Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Meranti, wilayah siaran Riau 4," katanya.

Kemudian, wilayah siaran Nusa Tenggara Timur 3 di 3 kabupaten, yakni Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka. Sementara itu, wilayah siaran Papua Barat 1 di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Menteri Johnny memastikan masyarakat miskin akan mendapatkan Set-Top-Box atau perangkat connector akan disediakan pemerintah dan lembaga penyiaran swasta penyelenggara multipleksing.

Adapun sembilan penyelenggara multipleksing yaitu pemerintah dan LPP TVRI, serta 7 LPS Group yang terdiri dari MNC Group, Media Group, SCM Group, Viva Group, Trans Media Group, RTV Group, dan Nusantara TV.

Sumber : MSN